Sabtu, 27 Desember 2008

Berperahu Kano Indian Di Selokan Mataram part II



Berperahu kano indian menyusuri selokan Mataram pas sekali untuk mengisi liburan panjang sekolah tahun ini, sambil memperkenalkan wisata air dan fungsi selokan Mataram yang mengairi ribuan hektar sawah di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

Jika ingin menikmati menyusuri selokan mataram dengan perahu kano indian ini silahkan kontak kami.



Berperahu Kano Indian Di Selokan Mataram







Sambil membayangkan menjadi Hiawata (tokoh komik indian di majalah Donald Bebek), kami menyusuri selokan Mataram Yogyakarta untuk mencoba perahu kano indian yang baru saja selesai dikerjakan.

Perahu ini enak sekali digunakan, mampu menampung 4 orang sekaligus tanpa harus takut jatuh ataupun tenggelam, sangat mudah bermanuver dan cuku laju untuk menentang arus.

Kamis, 25 Desember 2008

Naik Andong Keliling Desa wisata Candi Rejo


Hari selasa 23 Desember yang lalu kami sekeluarga berkesempatan untuk mengunjungi desa wisata Candi Rejo di sekitar candi Borobudur Jawa Tengah.

Kami memang tidak menginap disini, melainkan mengikuti wisata keliling desa dengan menggunakan andong. Pak Rohmad sang kusir merupakan salah satu koordinator andong wisata didesa ini menjadi pemandu wisata kami yang handal.

Beliaulah yang mengajak kami mengeliling desa ini dengan andongnya, melewati tanah tegalan yang ditanami tumpang sari, mengunjungi tempat penemuan benda arkeologi ditepi sungai Progo, memetikkan rambutan yang merah-merah dirumahnya sendiri, mengunjungi beberapa homestay yang direkomendasikan, dan tak lupa mengunjungi tempat pembuatan kerupuk ubi.

Perjalanan tak kurang 1,5 jam ini sungguh dapat dinikmati oleh kami sekeluarga, terutama Wafi yang baru pertama kali naik andong dan renan yang memang hobi naik andong dimanapun berada

silahkan kunjungi desa wisata Candiredjo ini

Salam

Ferri Iskandar
www.thetrekkers.com





anhang penarik perahu kano/kayak part II





Anhang ini berkapasitas 2 buah perahu, Rencana perahu kano indian ini akan disewakan untuk berbagai keperluan seperti outbond ataupun lainnya. Silahkan aja kontak ferriisk@yahoo.com untuk detilnya

anhang penarik perahu kano/kayak part I






Berikut foto-foto anhang penarik perahu kano indian yang dimilikin oleh www.thetrekkers.com.

Anhang ini merupakan buatan mas Daniel, butuh waktu sekita 10 hari mulai dari perencanaan sampe pembuatannya.

Anhang ini sudah siap untuk berfungsi. Anhang ini bisa distel untuk dibawa oleh motor maupun mobil

Senin, 22 Desember 2008

Tertarik sekolah Kayak?

Tertarik sekolah Kayak?

anda bisa menjadi kayakera..hubungi di sekolah kayak" Esquimotages"di jogjakarta.atau hubungi di nomer saya..nanti akan saya balas langsung lewat Hp saya sendiri lho..(081804181817/081227718065)saya tunggu!!!!

YM : she diq

Boncengan Sepeda Untuk Anak Balita








Siapa yang tak ingin bersepeda dengan balita nya? Bersepeda dengan membawa anak akan memberikan manfaat yang sangat besar buat perkembangan wawasan mereka. Orang Tua akan lebih merasa nyaman dengan menggunakan alat boncengan yang aman dan nyaman.


Berkeliling perkampungan dengan menikmati pemandangan alam akan terasa lengkap dengan memakai alat ini bersama balita anda



Minggu, 21 Desember 2008

Bersepeda Bersama Bayi: Gendong atau Bonceng?

Ketika saya terpaksa harus vakum bersepeda karena mengandung anak pertama, sedih juga rasanya. Tentu saja aktivitas bersepeda termasuk yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil, terlebih untuk kehamilan bermasalah. Saya termasuk kategori ini; pemeriksaan menunjukkan ari-ari janin saya menutupi jalan lahir (istilah medisnya: placenta previa). Kondisi ini rentan akan pendarahan. Maka, demi kebaikan diri saya dan janin, saya harus ekstra hati-hati menjaga kondisi badan.

Agak ngiri juga ketika dengar cerita teman-teman yang selalu bawa oleh-oleh cerita tentang perjalanan mereka. Dalam hati, "Kalau anak saya lahir dan sudah cukup besar, saya pasti akan bawa anak saya cross country juga." Tapi pertanyaannya kemudian, model tumpangan anak batita (bawah tiga tahun) seperti apa yang baik dan aman untuk turut bersepeda bersama orang-orang dewasa ini?

Saya pun mencoba mencari jawabnya. Sejauh pengalaman saya, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

Gendongan anak berupa ransel



Kelebihannya: posisi anak aman, terutama karena posisinya yang hampir bisa dikatakan "melekat" pada pengendara sepeda. Si pengendara bisa mengontrol dan selalu bisa merasakan "alarm dini" jika si anak dalam posisi yang membahayakan, misalnya jika si anak meronta karena ketidaknyamanan letak dudukannya atau ketidaknyamanan lain yang ia rasakan. Faktor keamanan lain adalah tersedianya sabuk pengaman di dalam kompartemen ransel anak itu. Sabuk pengaman biasanya ada dua; pertama, yang menahan pinggul atau pinggang anak (menyerupai sistem seat belt di kendaraan roda empat pada umumnya); kedua, yang menahan tubuh bagian depan anak. Sabuk kedua akan mengalungi anak dari bagian atas kepala ke arah tubuh depannya (tujuan titik perlindungan adalah kedua bahu dan dada). Buckle (kunci klip) terdapat di bagian perut. Karena faktor kelekatan sebagaimana disebut di atas, guncangan yang dirasakan anak akan terlebih dahulu diminamilisir oleh pengendara sepeda, semacam self-control dari pengendara sepeda. Di sisi lain, respon si anak akan cenderung menyelaraskan gerakan yang ditimbulkan pengendara sepeda. Situasi ini juga akan merangsang kepekaan anak pada keseimbangan tubuhnya sendiri.

Kekurangannya: tidak nyaman bagi si pengendara sepeda jika jarak tempuh cukup jauh, karena seluruh beban anak bertumpu padanya. Walaupun sesungguhnya ransel semacam ini sudah dirancang agar pembagian titik beban bisa disesuaikan, tidak terpusat pada satu titik saja; misalnya dengan mengencangkan sabuk di bagian pinggang agar beban di bahu kiri dan kanan berkurang. Sedikit mengurangi keleluasaan si pengendara sepeda untuk melakukan manuver. Tentu karena si anak dapat kapan saja merasa kegirangan dan melonjak-melonjak apabila sepeda melalui jalan yang berguncang atau rute sliding /menurun. Respon anak dapat mudah sekali mempengaruhi kestabilan berkendara. Di awal -atau malah sepanjang- perjalanan, si anak akan sangat merasa ingin tahu keadaan sekitar, termasuk pemandangan di muka. Jika pengendara sepeda yang menggendongnya dirasa menutupi pandangan, secara otomatis ia akan berusaha dengan memiringkan badannya, hingga mencapai sudut yang paling ekstrem. Hal ini potensial membahayakan dirinya dan si pengendara.

Boncengan sepeda

Ini pun ada dua opsi, apakah Anda ingin meletakkan boncengan di depan atau di belakang Anda. Kelebihan boncengan sepeda di depan pengendara: anak dapat leluasa melihat jalur sepeda dan pemandangan di hadapannya. Si pengendara sepeda lebih merasa tenang karena si anak selalu dalam pengawasannya. Kekurangannya: posisi anak akan sedikit mengurangi keleluasaan pengendara sepeda.



Kelebihan boncengan sepeda di belakang pengendara: si pengendara akan leluasa mengontrol dan menguasai stang. Meminimalisasi paparan alam (misalnya angin, hujan, ataupun sinar) yang langsung mengenai anak. Diharapkan segala paparan itu akan terlebih dulu mengenai pengendarai sepeda. Komunikasi antara pengendara dan anak dapat terjalin lebih intens, karena kontak mata, kontak lisan, dan kontak ekspresi dapat lebih mudah dilakukan. Misalnya ketika ada obyek tertentu yang sedang diobrolkan.

Kekurangannya: si pengendara tidak leluasa mengawasi si anak. Bisa jadi anak terlelap, kelilipan (renik memasuki matanya), atau hal lainnya terjadi, dan pengendara tidak bisa mengetahuinya saat itu juga. Komunikasi antara pengendara dan anak kurang terjalin secara intens. Bisa saja toh si pengendara bicara panjang lebar, kok ya ternyata si anak tertidur pulas!! Duh...
Well, pilihan terpulang pada kenyamanan Anda. Omong-omong, kalau ada pertimbangan dan pilihan tandem yang lain, bisa dong bagi-bagi info....

Aisyah Hilal
Ibu satu anak berumur 11 bulan
http://www.cyclistreport.org/artikel/trmp_bayi.htm

Boncengan Sepeda Anak - Baby Seat

Jika Anda selama ini sedang mencari-cari informasi tentang boncengan sepeda
untuk anak Anda, semoga informasi saya ini berguna bagi Anda.

Ada 2 tipe boncengan anak, yaitu :
- Sisi depanKelebihan : Bisa memonitor anak. Mempengaruhi handling.Kekurangan : Anak langsung terpapar angin
- Sisi belakangKelebihan : Anak tidak langsung terpapar angin. Tidak mempengaruhi handling.Kekurangan : Anak tidak bisa termonitor langsung, harus pasang spion.Alasan gw memilih boncengan belakang adalah agar anak tidak langsung
terpapar angin.

Yang dibeli / diperlukan adalah :1. 1 buah Seat clamp (Rp. 4000) -> Bisa dibeli ditoko-toko sepeda terdekat.2. 1 pasang Klem (@ Rp. 2500) -> Dibeli di toko peralatan di Basement
Jameson Meruya. Mungkin juga bisa dibeli ditoko bangunan atau Ace Hardware.3. 1 buah dudukan belakang (Rp. 15.000)4. Boncengan Sepeda Anak (Rp. 80.000 s/d 140.000). Gw dapatnya Rp. 120.000.

Di Fo****a Bike Ciputat katanya 100rb, di Roda Jaya Meruya katanya 90ribu,
tapi rata-rata harus pesan terlebih dahulu dan baru bisa diambil beberapa
hari setelahnya. Maksimal beban adalah 22kg.5. Karet ban dalam untuk melapisi frame dan klem.

Total biasanya yang dibutuhkan sekitar Rp. 150.000. Masih lebih murah
daripada harus membeli boncengan sepeda anak merk Topeak di Rodalink seharga
> Rp. 700rb.

Dudukan belakang harus digergaji sisi kiri-kanannya agar boncengan sepeda
anak tidak melebar ke samping.

Jika roda belakang sepeda masih menggunakan mur baut panjang model lama
(bukan model quick release), maka dudukan belakang bisa langsung dipasang di
sepeda. Tapi jika roda belakang sepeda kita menggunakan sistem quick
release, maka harus diakalin dengan menggunakan sepasang klem yang dixxx di
frame sepeda.

Setelah boncengan dipasang di dudukan, pastikan mur baut dalam posisi rapat
dan tidak goyang. Setelah itu lakukan test drive dengan anak anda dalam
jarak dekat dan perhatikan / dengarkan apakah ada bunyi-bunyian aneh.
Jika anda berniat memasang boncengan dan menemui kesulitan, silahkan
kontak-kontak saya.

ym 'sonny_im2'
sumber : http://sonnysusanto.multiply.com/photos/album/19

Sabtu, 20 Desember 2008

Pelampung untuk ber Kayak ataupun kano

Merek Biawak mengeluarkan pelampung untuk olah raga air kayak dan kano seperti gambar diatas. Harga cuma 200 ribu rupiah saja

Merek Cotrek/Fieldtrek mengeluarkan pelampung type foto diatas untuk berolah raga kano ataupun kayak. Harga cuma 200 ribu saja

Jumat, 19 Desember 2008

Jumat, 05 Desember 2008

Riverboard/BodyBoard

Riverboard/BodyBoard ini dipakai untuk mengarungi sungai yang berjeram

Jeram bukan merupakan halangan.. melainkan sesusatu yang harus dilewati dengan riang gembira

Harga Riverboard/BodyBoard ini cuma 800 ribu rupiah saja.

tapi untuk menggunakan alat ini digunakan peralatan tambahan yaitu helm dan fin (sepatu katak)

Silahkan hubungi kami jika berminat

http://www.thetrekkers.com/