Minggu, 29 April 2012

Jenis-Jenis perahu


1. Perahu Karet (Raft) 

berbentuk dari tabung udara yang terbuat dari karet yang bersekat yang membentuk sel atau ruang terpisah yang apabila terjadi bocor pada satu sel, tidak berpengaruh ke sel yang lain. Jenis yang ada seperti : 
  • Riverboat yang dibuat khusus untuk mengarungi sungai 
  • Cataraft yang berbentuk seperti bentuk pulpen atau pensil 
  • LCR (Landing Craft Rubber) yang berbentuk seperti tapal kuda dengan tempat dudukan mesin yang biasa digunakan marinir dalam misi pendaratan 

2. Canoe 

Berbentuk lancip, terbuka, dan ukurannya lebih besar dari kayak yang dikendalikan oleh satu atau dua orang dengan kaki melipat ke bawah tempat duduk. 
3. Kayak (Decked Boat) 

Berbentuk lancip pada bagian depan dan belakangnya, tertutup digunakan oleh satu orang dengan dayung dua bilah atau dua orang dengan dayung satu bilah. 

4. Sampan 

Perahu sampan berbentuk lancip pada bagian ujungnya dan melebar sampai kebelakang, ada yang menggunakan mesin ada pula yang menggunakan dayung, biasanya digunakan untuk rescue saat bencana banjir taupun untuk kegiatan memancing. 

Sejarah Perahu Karet Arung Jeram


Pengarungan sungai telah sejak jaman dahulu dilakukan oleh manusia. Pengarungan ini dilakukan dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi.Pada abad 19 seorang pramuka bernama John Mcgregor mengembangkan kendaraan air ini untuk rekreasi dan olah raga. Seiring dengan perkembangan jaman, maka material perahu juga berkembang beralih ke plastik, aluminium, fiberglass dan karet.


Di tahun 1950, sebagai kegiatan yang mulai banyak digemari, kualitas dari perahupun ditingkatkan. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya dengan material yang lebih kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan lebih banyak. 

Sampai tahun 1983, para pengarung jeram tidak mempunyai pilihan lain selain menimba air keluar perahu setelah melewati jeram. Para pengarung jeram sering mengalami mimpi buruk bila harus kehilangan ember untuk menimba.Setelah beberapa cara dicoba, di tahun 1983 perahu dapat mengeluarkan air sendiri disebut Self Bailer berhasil diproduksi oleh Jim Cassady. Kunci sukses dari perahu ini adalah lantainya yang diberi angin. Lantai yang berisi udara ini akan selalu mengapung di atas permukaan air sehingga dengan sendirinya air akan keluar lewat lubang disekeliling lantai perahu.

Selain perahu jenis ini dikembangkan pula perahu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh para ahli geologi dari Rusia. Desain dari perahu ini sederhana dan diadopsi dari perahu Katamaran yang digunakan di laut. Perkembangan dari perahu jenis ini menjadi bermacam-macam hingga terdapat lebih dari 50 macam. Selain dengan menggunakan perahu diatas, masih banyak lagi sarana yang dapat digunakan untuk berarung jeram seperti kayak, canoe dan bahkan juga telah dicoba Boogie Board yaitu arung jeram dengan sejenis papan luncur.


Sejarah Perahu Arung Jeram di Indonesia


Kegiatan pengarungan sungai berarus deras dengan menggunakan perahu karet adalah pada saat diselenggarakannya Lomba Arung Sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung, yang juga mendapat dukungan dari angkatan laut kita. 

Momen tersebut boleh dikatakan sebagai titik tolak perkembangan arung jeram di Indonesia. para aktivis kegiatan ini sebagian besar adalah club-club pencinta alam seperti Wanadri dan Mapala UI yang kemudian mengadakan serangkaian kegiatan ekspedisi. Tanpa disadari, walaupun tidak terlalu pesat, arung jeram telah mulai berkembang di Indonesia. Sebagian besar penggiatnya menggunakan perahu karet dan beberapa club di Yogyakarta dan Bandung juga mengembangkan kegiatan kayak dan canoe. 

Ekspedisi Internasional pertama dalam bidang arung jeram dilakukan oleh club Aranyacala Trisakti yang mengarungi sungai-sungai di negara bagian California, Oregon dan Idaho, USA pada tahun 1992. Ekspedisi ini dilanjutkan dengan tim wanitanya yang berangkat mengarungi Sungai Zambesi, Zimbabwe di tahun 1994. 

Jika sebelumnya perahu yang digunakan sebagian besar bukan untuk berarung jeram, melainkan perahu bekas angkatan laut, perahu karet khusus arung jeram mulai banyak digunakan di Indonesia bersamaan dengan masuknya arung jeram komersiil di tahun 90-an. Arung jeram komersiil ini mulai dipelopori oleh beberapa staff dari organisasi arung jeram internasional, Sobex Expedition yang telah membuka Sungai Alas di Aceh Tenggara, secara pribadi mereka memulai arung jeram komersiil di Sungai Ayung, Bali.

Melihat perkembangan yang sangat pesat dari kegiatan arung jeram pada era 90-an, beberapa pegiatnya mulai membutuhkan wadah komunikasi bagi para pegiat kegiatan ini di Indonesia. pada tanggal 29 Maret 1996, berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia, yang dibidani oleh 30 club arung jeram baik komersiil maupun amatir. 

Kerja Kerja Kerja Mahasiwa ini lebih memilih mewujudkan karya nyata dibandingkan demo di jalanan

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia yang telah diberikan sehingga kerja praktek dengan judul Pembuatan Perahu Kataraf Rescue di TheTrekkers.com Yogyakarta akhir terselesaikan juga.
Proses mendesain di TheTrekkers.com mengajarkan sebuah pengalaman mendesain yang belum pernah ditemui ketika berada di bangku perkuliahan. Proses desain di TheTrekkers.com telah mengajarkan bahwa produk tidak hanya menekankan pada fungsi dan bentuk, tetapi juga kepada inovasi serta pemanfaatan bahan yang dijual dipasaran secara efisien dan efektif. 
Pelaksanaan kerja praktek di TheTrekkers.com dilakukan dari tanggal 16 Januari 2012 s/d 20 Maret 2012. Praktikan ikut serta dalam proses mendesain serta proses memproduksi hasil desain. 
Proses desain yang dilakukan di TheTrekkers.com terdiri dari pengamatan terhadap konsumen serta produk sejenis, melakukan sketsa brainstorming, revisi desain dari sketsa yang ada, mengubah sketsa 2D menjadi 3D, serta gambar kerja. Pertimbangan desain mengarah kepada efisiensi serta efektivitas dalam menggunakan material yang dijual di pasaran,4  fungsi yang diterapkan pada produk, serta bisa atau tidaknya desain tersebut diwujudkan dengan teknologi yang ada di perusahaan. (anthony mahasiswa KP teknik Disain UKDW Yogyakarta)