Jumat, 11 Juli 2008

Tenda Kita

Tenda secara umum dibagi dalam dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah tenda: 3 seasons yaitu tenda yg cocok digunakanuntuk tiga musim yaitu: musim semi, panas dan gugur. Tenda tipe ini cocokdigunakan untuk Indonesia.
Klasifikasi kedua adalah tenda: 4 seasons yaitu tenda yg cocok digunakanuntuk empat musim termasuk musim dingin / salju. Tenda ini lebih kuat danlebih berat.

Tenda yg paling bagus adalah tenda yg ringan karena dibawa untuk trekkingatau daki gunung supaya tidak terlalu capek. Tenda yg ringan tiangpenyangganya terbuat dari aluminium Easton, dan yang paling mutakhir terbuatdari aluminium DAC Featherlite yg jauh lebih ringan.

Flysheet/canopynyaterbuat dari nylon yg di coating dengan Polyurethane begitu juga denganlantainya. Yg paling mutakhir sekarang adalah yg terbuat dari siliconeimpregnated nylon yg jauh lebih ringan. Tenda yg baik harus 'breathable'atau dapat dilalui udara jadi tidak perlu 'water proof'. Kalau tidak'breathable' maka penghuninya akan merasa pengap apabila tenda ditutuprapat, dan kalau berkemah didaerah dingin / gunung maka akan terjadikondensasi dari nafas kita sendiri sehingga didalam tenda terdapat banyakbutir air seperti embun yg menempel pada dinding tenda. Agar tidak masuk airapabila kehujanan, Flysheet/canopy tenda yg harus water proof. Apabiladipasang diantara dinding tenda dan flysheet/canopy akan terdapat ruanganuntuk sirkulasi udara sehingga kondensasi dari nafas kita dapat diminimalkan supaya bagian dalam tenda tidak mengembun. Jadi tenda yg baik terdiri daridua bagian: tenda dan flysheet/canopy. Kalau bisa cari tenda yg mempunyai'vestibule' atau serambi yg fungsinya untuk meletakkan sepatu dan backpacksehingga tidak perlu disimpan didalam tenda walaupun hujan dan juga bisadipakai untuk memasak. (Jangan masak didalam tenda, sangat berbahaya).Istilah lain untuk tenda plus flysheet adalah tenda double wall. Apabilamembeli tenda yg double wall cari yg flysheetnya menutup tenda sampaikebawah / ke tanah agar apabila terjadi hujan badai, penghuninya tetapkering. Kalau hanya yg separuh (pada umumnya merek Coleman yg merupakantenda untuk rekreasi bukan 'serious camping', apabila terjadi hujan badaipasti air masuk kedalam tenda.

Ada lagi jenis yg disebut tenda single wall yg berupa tenda yg breathable(tembus udara) dan juga waterproof jadi tidak menggunakan flysheet sehinggalebih ringan. Harganya relatif lebih mahal dan tidak banyak merek ygtersedia.

Tenda yg menggunakan fiberglass sebagai tiang penyangga relatif lebih berat.Tetapi berdasarkan pengalaman kalau dirawat baik tiang penyangganya tahanlama. Milik saya sudah sekitar 12 tahun penyangganya masih bagus tetapitendanya sudah tipis dan tidak waterproof lagi. Sedangkan yg menggunakanpenyangga aluminium Easton ternyata baru dipakai 5 tahun, penyangganya sudahretak pada sambungannya tetapi tendanya masih bagus. Untuk tenda ygmenggunakan penyangga aluminium DAC featherlite, belum ada komentar karenabaru pakai empat bulan yg lalu.

Dari bentuknya tenda Dome adalah tenda yg relatif mudah dipasang dan mudahdipindahkan lokasinya tanpa membongkar tenda tersebut / free standing. Padacuaca normal, tidak ada angin ribut /badai tidak perlu menggunakan pasak /stakes. Tenda dome, minimal menggunakan dua tiang penyagga sehingga relatiflebih berat. Tenda yg berbentuk wajik / trapezium relatif lebih ringan danstreamline karena pada umumnya hanya menggunakan satu tiang penyangga,tetapi harus menggunakan pasak / stakes, kalau tidak, tendanya tidak bisaberdiri. Apabila ingin dipindahkan lokasinya, tenda ini harus dibongkar dankemudian didirikan lagi dilokasi yg baru.
Satu lagi yg perlu dipertimbangkan waktu membeli tenda, apakah akan dipakaiuntuk satu orang, dua orang atau lebih banyak.

Enaknya kalau mau cari tenda, mungkin di Pasaraya Blok M. Dulu di toko Rhinojln. Fatmawati ada jual tenda merek Rhino buatan Taiwan yg relatif cukup O.Kbaik dari kwalitas maupun harga. N'gak tau sekarang masih ada n'gak tokotersebut.

Terakhir kali saya lihat di Pasaraya (lima tahun yg lalu) yg banyak dijualadalah tenda merek Wilderness buatan dalam negeri yg harganya cukup murah.Tendanya single wall tetapi tidak breathable.

Mudah2an info ini cukup membantu.

hendrick.halim to nature_trekker

Backpack Laptop dan Kerja ku

"Sebagai seorang yang bekerja di luar ruang, khususnya di kawasan pesisir, saya membutuhkan tas laptop yang bisa melindungi laptop dari air dan guncangan keras. Dan itu semua saya peroleh dari tas laptop produksi TheTrekkers.Com. Saat diterjang ombak, air mulai memasuki kapal, semua orang bingung memindahkan gadget ke dalam dry bag, saya justru tenang aja. Dan terbukti, laptop saya, yang penting data di dalamnya, tidak terganggu sama sekali. Sayang sekali bentuknya agak besar, sehingga kurang gaul dibawa jalan. Dan kompartemen laptopnya memang bisa dilepas, sayang tidak ada talinya, sehingga bisa ditenteng sendiri."

by : Ahmad Suwandi ; wandi@airputih.or.id

Aku dan Backpack Laptopku

Kalo untukku sendiri, karena lingkup kerjaanku lebih banyak di lapangan yang curah hujannya tinggi, emang kemaren lagi nyari tas yang bentuknya ransel jadi kalo jalan enak d bawa, apalagi dapet yang waterproof, lebih ok lagi. tahan guncangan mmmhhh apalagi(karna kondisi jalan d lapangan sangat jelek) apalagi diatas trail TS ,ini aku pake laptop baru, karna yang dulu rusak karna gak tahan guncangan jadi LCD nya sensitif banget, nah aku gak mau kejadian yang 2 kali. ntar deh kalo aku da mulai ke lapangan lagi aku akan buktikan omongan wandi, 25 Juni 2006 besok kita jalan lagi ke hutan pake gajah. mau patroli sambil membuktikan ketangguhan backpack laptop Afro Cotrek ini.

by : Diah FFI Aceh

Dua Minggu Menjejak Batant Stride 885

Bekerja di lokasi pertambangan membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Selain lokasi kerja yang terpencil dan lingkungan alam yang ‘keras’, kadang cuaca yang tidak bersahabat membuat pekerja tambang harus bisa bertahan dalam kondisi yang buruk dan kurang menguntungkan.
Perusahaan pertambangan mewajibkan karyawan operasional tambang untuk mengenakan alat pelindung diri saat mereka bekerja di lapangan. Alat pelindung itu antara lain helm, kacamata, rompi, dan safety shoes. Malah kadang mereka dilengkapi dengan earplug dan masker. Tidak heran, pekerja tambang yang bertugas di lapangan sangat akrab dengan perlengkapan pelindung diri ini, agar mereka bisa bekerja dengan aman dan nyaman.

Saat saya mendapatkan kiriman contoh sepatu safety dari The Trekker, kawan-kawan sesama pekerja tambang langsung datang mengerumuni. Saat saya keluarkan sepatu itu dari boks, semuanya mengagumi modelnya. “Modelnya tidak biasa,” ungkap seorang kawan. Maklumlah, model sepatu safety sangat terbatas jumlahnya, dan lebih mementingkan fungsi keselamatan daripada fungsi fashion. “Ada yang ukuran kecil nggak?” tanya seorang lady miner, yang selama ini kesulitan mendapatkan sepatu safety ukuran kecil.

Setelah kawan-kawan selesai meneliti sepatu tersebut, saya langsung kenakan. Rasanya cukup nyaman di kaki. Saya pakai sepatu itu ke berbagai lokasi di lingkungan kerja saya di Sangatta selama beberapa hari, siang malam, dalam kondisi cuaca panas maupun hujan.

Safety boots yang saya ujipakai adalah Batant Stride 885. Selama memakai boots ini (kurang lebih 2 minggu), kesan yang saya dapatkan cukup baik. Modelnya bagus, nyaman dipakai, dan kelihatannya cukup ‘tough’ untuk dipakai di lapangan. Beratnya agak sedikit di atas sepatu safety yang selama ini saya pakai, tapi itu tidak masalah. Malah bikin kaki menjejak lebih mantap di medan yang sulit. Saya juga memakainya saat hujan, dan tidak mengalami kesulitan saat melewati area licin dan berlumpur. Yang masih perlu dibuktikan adalah ketahanan solnya. Daerah tambang biasanya berbatu tajam. Selain itu suhu dan temperatur sangat tinggi. Kondisi ini bisa membuat sol sepatu cepat aus. Alangkah baiknya kalau hal ini bisa diantisipasi oleh The Trekker.

(x)Harry NURIMAN - Pekerja Tambang sejak 2001

Tips Merawat Sepatu

Sepatu adalah bagian terpenting dalam kegiatan di alam bebas. Jenisnya banyak, ada sepatu boot, sepatu panjat tebing dsb. Bahannya juga beraneka macam. Ada yg dari karet, kain keras, gore tex sampai bahan kulit atau suede.

Sebelum disimpan, sepatu harus dibersihkan dulu. Dicuci dengan air saja atau pakai shampoo khusus seperti misalnya Sneaker Shampoo buatan Kiwi. Sepatu dari bahan suede dan kulit perlu disikat dgn sikat khusus sepatu. Caranya, sikat direndam dulu dalam air. Ada juga bahan pembersih semprot untuk suede/kulit, misalnya Leather Cleaner buatan Cololite.
Setelah bersih, keringkan dengan cara diangin-anginkan, jangan langsung kena sinar matahari. Lalu simpan, jangan di dalam kardus karena akan lembab dan terkena jamur. Boleh pakai silica gel, tapi harus diganti silikanya tiap 2 minggu. Paling baik sepatu disimpan di rak yg terbuka dgn posisi sepatu berdiri.

Gunakan ganjalan dalam sepatu untuk menjaga bentuk. Kalau tidak punya ganjal khusus, bisa juga menyumpal bagian dalamnya dengan potongan2 koran.

Kalau bagian sepatu ada yg lepas, rekat kembali dgn lem super atau Aica Aibon. Ingat, tiap perusahaan sepatu memakai lemnya sendiri, jadi lebih baik dilakukan oleh pembuat sepatunya. Setelah itu sepatu bisa disemprot dgn bahan pelindung, misalnya Protector buatan Dasco dsb. Bahan ini sekaligus melindungi sepatu agar kedap air. Jika ada, tutupi bagian plastik (sol misalnya). Ada juga bahan parafin / wax khusus sepatu untuk menutup bagian jahitan antara badan sepatu dengan sol supaya tidak bocor. Selamat merawat sepatu.

Sumber : b_darma Disarikan dari artikelnya Adiseno "Menyimpan Sepatu", majalah Mutiara Mei 1996.

Sepatu Mendaki Gunung

Sebelum melakukan perjalanan, cobalah untuk memakai sepatu baru anda disekeliling rumah atau tempat tinggal, ini berguna untuk mencegah lecet dan membuat kaki terbiasa dengannya. Jika tidak punya waktu untuk itu, buatlah basahilah sepatu boot kulit baru itu dan pakai hingga kering. Akan tetapi jangan coba-coba pergunakan cara ini di jalan setapak. Jika sudah berada di jalan setapak periksalah kaki anda sesering mungkin guna mencegah terjadinya lecet yang mungkin akan terjadi.

Memilih sepatu

Dalam memilih sepatu, perhatikanlah medan, musin dan berat beban yang anda bawa. Sepatu boot nountaineering sangat cocok untuk hampir semua medan. Sepatu olahraga yang ringan sangat tidak dianjurkan untuk dipakai saat membawa beban yang berat.

Trainers

Trainers atau sepatu olahraga ini memang terasa nyaman, akan tetapi tidak seperti sepatu khusus mendaki. Jika terus menerus memakai sepatu ini untuk berjalan di jalan setapak yang basah akan membuat kaki jadi lembab dan akan semakin mudah untuk lecet.

Fabric Boots

Fabric Boots adalah jenis sepatu treeking untuk dipergunakan pada jarak pendek dan selama medan masih tidak begitu berat. Jenis ini memberikan perlindungan yang agak kurang jika dibandingkan dengan boots dari kulit. Akan tetapi lebih sepat kering jika basah. Memakai fabric boots ini setelah dalam jangka waktu yang panjang memakai sepatu mountaineering yang berat, membuat kaki sedikit bernafas dan berasa lebih nyaman.

Hiking Boots

Sepatu botts jenis ini merupakan gabungan antara berat, ketahanan dan perlindungan. Mempunyai sol yang anti slip dan kuat, water resistant, bagian atas yang terbuat dari kulit, serta mempunyai bantalan untuk melindungi mata kaki.

Plastic Snow Boots

Snow botts mempunyai daya isolasi yang sangat kuat. Didisain untuk mencegah kaki jadi kaku saat memakai crampons saat ditanjapkan pada es dan salju, dan membuat kaki terasa canggung saat melangkah. Dibagian dalam shell plastic yang keras, terdapat thermal boots yang terpisah yang melindungi kaki dari permungkaan salju yang membekukan. Bagian dalam boots ini bisa dipakai didalam tenda, tapi tidak diluar tenda.

Desert Boots

Mempunyai sol yang kuat dan bagian atas dari kulit yang lembut, Desert boots membuat kaki tetap bisa bernafas saat melangkah diatas padang pasir yang panas. Bagian sisinya yang tinggi melindungi mata kaki dari belukar yang berduri. Akan tetapi jenis ini keringnya agak lama jika basah.

Jungle Boots

Didisain untuk medan yang basah. JUngle botts mempunyai sol karet dan bagian atas dari kanvas yang cepat mengering. Juga terdapat ventilasi dibagian samping bawah untuk mengeluarkan air setelah terendam air.

Gaiters

Sepatu yang tahan air bida membuat kaki jadi panas dan berkeringat, yang bisa mengakibatkan keseleo, lecet dan infeksi parah. Gaiters penggunaannya sangat dianjurkan karena bisa melindungi kaki dari pasir, percikan air serta melindungi celana dari basahnya rerumputan. Gaiters salju mencegah masuknya salju ke bagian atas Boots. Kebanyakan gaiters sangat mudah untuk bersirkulasi udaranya.

Sumber highcamp.web.id

Asal-Asul Alas Kaki

Asal-Asul Alas Kaki : Sepatu Olahraga, dari Era Yunani Kuno Hingga ke Era Nike

Meneruskan perbincangan mengenai asal-usul alas kaki alias sepatu, kali ini Anda kami ajak untuk menelusuri sekelumit sejarah sports footwear alias sepatu olahraga. Dewasa ini, selain semakin fashionable, sepatu olahraga sudah mengalami perkembangan industri yang cukup signifikan, dimana Keberadaannya bisa dipersempit lagi menjadi spesifikasi tersendiri. Tidak secara rinci memang, karena nanti tulisan ringan ini akan berubah menjadi thesis.

Sepatu Olahraga, Bermula dari Running Shoes

Cikal-bakal sepatu olahraga dengan berbagai tipe, fungsi, jenis dan model ini, dimulai dari sepatu lari (running shoes) yang dulu masih berbentuk sandal. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari even olimpiade. Adalah bangsa Yunani yang pertama kali memperkenalkan even olahraga akbar ini, dimana saat itu lomba lari merupakan olahraga satu-satunya yang diperlombakan. Dengan berjalannya waktu, even-even berbeda mulai ditambahkan, antara lain wrestling dan pentathlon. Yang menarik, para atlet lari dahulu kerap tampil telanjang bulat, kecuali pada masa-masa awal perlombaan, di mana mereka masih menggunakan semacam cawat terbuat dari kulit.

Dalam lomba lari, para atlet biasa berlari dengan bertelanjang kaki. Seiring dengan meluasnya kerajaan Yunani, banyak atlet yang berasal dari iklim yang lebih dingin mulai mengenakan sandal. Pada mulanya, penonton dan atlet lain memandang hal ini sebagai suatu hal baru dan wujud dari patriotisme, sebelum sejumlah dari atlet bersandal tadi keluar sebagai pemenang. Penggunaan sandal mulai dipandang sebagai suatu kecurangan. Ketika ditemukan bahwa bagian sol dari sandal meningkatkan daya tarik dengan tanah dan mendorong kaki depan dengan efisiensi yang lebih baik, mulai banyak atlet mengadopsi peggunaan sandal model ini.
Saat itu, penggunaan sandal yang mampu "menyelamatkan" kaki dari luka ketika menempuh jalan yang berbatu, tetap tidak maksimal, karena bagian pergelangan kaki masih terbuka. Selain itu, model sandal masih tidak stabil dan kurang nyaman digunakan. Karena itu, pengembangan dilakukan, antara lain dengan menambahkan paku metal untuk menahan sepatu lebih lama.
Sejak itu, penemuan-penemuan baru untuk semakin menyempurnakan sepatu olahraga, mulai bermunculan. Dengan munculnya extreme sport seperti rafting, muncul model sepatu olahraga yang dianggap tidak mudah "meninggalkan" kaki, dipopulerkan pertama kali oleh seorang pecinta olahraga bernama Mark Tatcher. Sandal ini bermodel heel strap ini dinamakan "Teva", bersifat melekat di kaki dalam keadaan apapun. Adalah Nike, Reebok dan Timberland yang mengembangkan lebih lanjut eksistensi sandal model ini.

Sepatu olahraga yang dinamakan "Chuck" disahkah pertama kali oleh Chuck Taylor dan Converse All Star, yang pada 1936 didadopsi oleh US BAsketball Team sebagai official shoes. Pada abad ke-18, muncul apa yang dinamakan sepatu model "Spike", mempopulerkan sifat lightweight yang lebih meningkatkan daya tarik kaki ke tanah. Tahun 1832, Wait Webster mempatenkan proses di mana sol karet dapat dimanfaatkan untuk sepatu olahraga dan boots. Pada 1860, sepatu criquet mulai dipasarkan dengan model canvas upper fastened. Setelah model sepatu ini, muncullah model yang kemudian disebut dengan nama "Sneakers", dipopulerkan di Amerika pada 1917 di bawah nama "Keds", yang dulu sering dimanfaatkan untuk bermain tennis. Adolf Dassler, yang disebut sebagai "Bapak Sepatu Lari Modern", menemukan Adidas (1948) dengan model sepatu "Puma"-nya. Pada Olimpiade 1950 di Berlin, penggunaan kaos kaki mulai melengkapi penggunaan sepatu olahraga yang dikenakan para atlet pada waktu itu.

Nike Shoes, The Brand Leader

Nike dianggap sebagai brand leader dalam hal sepatu olahraga. Reputasinya ini meluas sebagai penyedia produk olahraga, mulai dari baju, tas, kaos kaki, topi, sepatu dan lain-lain. Perusahaan ini menjual sepatu olahraga mereka di US dan luar negeri, dan memiliki 700 pabrik dikontrak di Indonesia, Vietnam dan China. Dalam sejumlah pemunculan awalnya, Nike mengambil langkah agresif dengan merekrut sejumlah atlet top untuk mengenakan produk-produknya. Pada 1973, track athlete Steve Profontane menjadi orang pertama yang memakai Nike sebagai outfit resminya, dari baju hingga sepatu. Langkahnya ini diikuti oleh Jon Anderson dan petenis Ilie Nastase, juga Jimmy COnnors yang memenangkan Wimbledon dan US Terbuka (ia mengenakan sepatu tenis Nike). Pada 1984, Nike merekrut Michael Jordan seharga $2.5 juta dan Air Jordan dilahirkan.

Pada perkembangannya, mulai muncul kompetitornya yang tidak bisa dianggap enteng, seperti Reebok, Adidas dan Converse All Star. Reebok, sebut saja, melihat pasar potensial dan mulai membuat sneaker dalam material yang lebih lembut dan berwarna-warna, yang cocok untuk selera wanita. (Put/ berbagai sumber)

Sumber: CBN

Memilih Sepatu Lari

Kini tak ada lagi sepatu olahraga multiguna; yang ada sepatu lari, sepatu tenis, sepatu sepakbola, sepatu voli, dll. Berikut ini panduan bagi Anda yang ingin membeli sepatu lari, yang sesuai dengan karakter kaki.

Lari itu olahraga yang tertua, termurah, dan paling sederhana. Tidak seperti olahraga golf yang harus memerlukan bola dan tongkat pemukul, atau sepakbola yang harus mengumpulkan orang lebih dari sepuluh serta memerlukan bola dan gawang. Lari hanya bermodalkan sepatu, kendati ada yang cekeran saja. Tempat pun tak menjadi masalah, bisa di sela-sela rindangnya hutan sekitar taman kota atau di halaman rumah.

Akan tetapi, setiap mengayunkan kaki dan tumit menjejak tanah, beban yang harus disangga tumit berkisar 3 - 5 kali berat badan Anda. Itu kalau berat badan Anda normal, kalau overweight beban tumit tentu semakin berat. Selain berat badan, kerasnya benturan yang dialami tumit sangat dipengaruhi oleh kualitas sepatu dan jenis permukaan tanah yang diinjak. Untuk menghindari cedera akibat lari, disarankan berlari di atas rumput, bata tumbuk (gravel), atau tanah berpasir.

Dalam hal memilih sepatu, banyak pertimbangan yang harus Anda ambil. Terlebih saat ini hampir semua pabrik sepatu mengklaim produk-produknya sebagai produk high-tech. Beberapa saran berikut mungkin bisa membantu dalam memperoleh sepatu yang sesuai dengan karakter kaki.

Langkah 1: Belilah sepatu yang benar-benar bagus kualitasnya. Ini sangat penting terutama bagi para pemula untuk memberikan kenyamanan terhadap guncangan, pengendalian gerakan, kelenturan, dan ketahanan. Memang, sebagai pemula Anda mungkin hanya akan berlari beberapa kilometer. Untuk itu, dalam benak Anda berpikir, mengapa tidak pakai sepatu yang sudah ada, seperti sepatu tenis atau sepatu karet lainnya?

Sikap permisif seperti itu hanya menguntungkan untuk jangka pendek. Selain itu, sikap awal dalam bertindak sangat menentukan langkah di kemudian hari. Seandainya Anda mendapat cedera dalam latihan awal tersebut, siapa yang rugi? Pada gerakan awal, kaki masih labil sehingga perlindungan yang ekstra hati-hati merupakan solusi yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Perlu pula diingat, sepatu lari yang bagus mutunya akan awet dipakai sampai jarak sejauh 650 - 800 km. Sebuah investasi jangka panjang yang sebanding dengan harga yang mesti dikeluarkan.

Langkah 2: Pahamilah apa itu pronasi. Lari merupakan proses biomekanik yang rumit. Secara umum, ketika berlari, bagian kaki yang pertama kali menghantam tanah adalah sisi luar tumit. Kemudian kaki bergulir ke bawah dan sedikit ke dalam ketika bertemu dengan tanah. Selanjutnya tumit meninggalkan tanah dan diikuti dengan dorongan yang diberikan tubuh pada bola-bola depan kaki untuk tinggal landas dan bergerak maju.

Yang dimaksud dengan pronasi adalah rotasi kaki ke arah dalam ketika mendarat di tanah. Proses pronasi ini alamiah dan normal pada setiap orang, dan sangat membantu kaki dalam menyerap dampak guncangan.

Tes basah.

Basahi kaki dan buatlah jejak pada permukaan kering yang datar.
• Kiri: kaki datar, Anda cenderung overpronate. • Tengah: kaki normal, pronasi Anda normal. • Kanan: Kaki berlengkung tinggi, Anda cenderung underpronate. Namun, tingkat pronasi pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang melakukannya secara berlebihan (overpronate), dalam hal ini kaki pelari bergulir terlalu jauh ke dalam. Ada juga yang pronasinya kurang (underpronate); kaki hanya bergulir sedikit ke dalam setelah kontak dengan tanah. Overpronate banyak dijumpai pada beberapa pelari dan bisa menimbulkan cedera, khususnya di tungkai bawah dan lutut. Underpronate pun bisa menyebabkan cedera karena kurang baiknya dalam penyerapan guncangan.

Langkah 3: Kenalilah jenis kaki Anda. Dengan memeriksa ketinggian lengkungan (arch) kaki, bisa ditentukan dalam golongan manakah pronasi Anda. Bila kaki ceper, berkecenderungan untuk overpronate. Kaki yang berlengkung tinggi, sangat mungkin untuk melakukan pronasi yang kurang (underpronate). Bagi yang memiliki lengkung normal, pronasi yang dilakukan sudah tepat dan betul. Menurut penelitian John W. Pagliano, D.P.M., ahli kaki di Long Beach, Kalifornia, 50% pelari mempunyai lengkung kaki normal, 25% berlengkung tinggi, dan sisanya berlengkung rendah.

Untuk mengetahui ketinggian lengkung kaki, lakukan "tes basah" (wet test). Basahi telapak kaki dan buatlah jejak pada permukaan yang rata dan kering. Hasilnya bisa dibandingkan dengan gambar.

Langkah 4: Belilah sepatu yang sesuai. Jenis kaki dan tingkatan pronasi menentukan ciri-ciri sepatu lari Anda. Sepatu lari pada umumnya diproduksi dalam tiga bentuk yang saling berhubungan dengan tiga jenis telapak kaki seperti pada gambar tes basah. Bentuk sepatu dengan mudah bisa dilihat dengan membalikkannya dan melihat dasarnya. Bentuk-bentuk yang ada sebagai berikut: • Bentuk lurus (straight shape), baik untuk kaki datar (flat foot) atau mereka yang melakukan pronasi berlebihan (overpronator). • Bentuk lengkung (curved shape), sesuai untuk kaki lengkung (high-arched foot) atau mereka yang berkecenderungan melakukan pronasi kurang (underpronator). • Bentuk agak lengkung, cocok untuk kaki normal (normal foot) atau mereka yang berpronasi normal (normal pronator).

Bila Anda bertapak datar dan overpronator, sepatu yang dipilih harus membuat kaki tidak bergulir terlalu jauh ke dalam. Sepatu yang sesuai adalah sepatu kendali gerak (motion-control shoes). Banyak sepatu jenis ini berbentuk lurus yang memberikan topangan maksimum bagi kaki. Ciri lainnya, post atau footbridge yang antipronasi, midsole yang agak keras, dan heel counter yang kuat.

Bagi mereka yang berlengkung kaki tinggi dan underpronate, penyerapan guncangan menjadi berkurang. Sepatu yang empuk adalah solusinya karena membantu kaki dalam bergulir ke arah dalam sehingga menyerap guncangan yang terjadi. Carilah sepatu yang ber-midsole empuk dan berbentuk lengkung (curved shape).

Beruntunglah yang berkaki dan berpronasi normal karena tak perlu mencari sepatu yang khusus. Pusatkan saja perhatian pada ukuran yang pas dan nyaman. Carilah sepatu yang berada di antara tipe-tipe sepatu di atas. Umumnya sepatu jenis ini disebut stability shoes.
Langkah 5: Carilah sepatu di toko khusus bagi pelari. Di beberapa negara maju, toko sepatu khusus sudah biasa. Di Indonesia memang masih jarang. Namun ada beberapa toko sepatu yang bisa membantu dalam memilihkan sepatu yang cocok sesuai dengan anatomi kaki calon pembeli. Mereka juga terbuka untuk konsultasi masalah sepatu dan kaki. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli sepatu: 1. Berbelanjalah pada sore hari (late afternoon) saat kaki memiliki ukuran yang paling besar. 2. Dalam mencoba sepatu, pakailah kaus kaki. 3. Pastikan kedua kaki terukur. Banyak orang yang ukuran kaki kiri dan kanan berbeda. Sepatu harus dipaskan dengan ukuran kaki yang terbesar.

Selain hal-hal di atas, Anda perlu mempersiapkan jawaban beberapa pertanyaan berikut yang biasanya ditanyakan oleh pegawai toko sepatu: 1. Sudah berapa lama Anda berolahraga lari? 2. Berapa jarak yang biasa Anda tempuh? 3. Di mana Anda lari? 4. Berapakah berat badan Anda? 5. Apakah Anda memahami istilah-istilah seperti tapak datar, overpronate, dan underpronate? Jawaban-jawaban tersebut sangat membantu pegawai toko dalam memilih model sepatu yang sesuai dan nyaman bagi Anda.

Langkah 6: Pastikan sepatu Anda pas di kaki. Sepatu yang pas akan terasa nyaman tetapi tidak ketat. "Satu hal yang bisa mencelakakan adalah membeli sepatu yang kekecilan," kata Tom Brunick, direktur testing sepatu atletik toko sepatu Athlete Foot. Sepatu lari yang baik harus setengah atau satu ukuran lebih besar daripada sepatu sehari-hari Anda.

Pedoman berikut mungkin bisa membantu dalam menentukan pas tidaknya sepatu yang Anda pakai: 1. Periksa apakah ada cukup ruangan di atas ujung jari kaki dalam sepatu Anda. Masukkan ibu jari ke dalam ujung sepatu dan harus pas berada di atas jari kaki yang terpanjang. 2. Periksa apakah ada cukup ruang di kiri-kanan kaki Anda. Sepatu tidak boleh ketat, tapi kaki Anda juga tidak boleh terpeleset ke sana-kemari. 3. Tumit Anda harus nyaman berada di bagian belakang sepatu dan tidak boleh tergelincir turun-naik ketika berjalan atau berlari. 4. Sepatu harus memegang kaki dengan aman, tetapi tidak boleh menekan dengan ketat pada daerah kaki mana pun. Jika semua sudah Anda pahami, mengapa tidak langsung segera pergi ke toko sepatu? Ikatlah tali sepatu Anda dan segeralah berlari meraih tubuh yang bugar! (Ralph Rustam Suhadi/Yds)

Merawat Sepatu Panjat Tebing

Olahraga panjat tebing adalah olahraga yang berisiko tinggi, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Di samping membutuhkan latihan yang cukup, diperlukan juga peralatan yang mendukung pemanjatan.

Berbicara tentang peralatan panjat tebing, sepatu merupakan salah satu pendukung yang harus dimiliki bagi pemanjat pemula maupun profesional. Di samping memaksimalkan pemanjatan, jenis sepatu ber-sol karet ini juga melindungi kaki dari gesekan yang mengakibatkan luka. Melihat interaksi sepatu terhadap batu atau dinding yang begitu intens, sepatu menjadi barang yang rentan terhadap kerusakan. Tak jarang kita temui pemanjat pemula yang sepatunya cepat rusak.

Kalau mau ditilik lagi, hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka – para pemanjat pemula tersebut— kurang mengetahui bagaimana cara merawat sepatu. Padahal masalah merawat sepatu jenis ini tidak sesulit seperti yang kita kira.

Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam masalah ini. Pertama, biasakan menyikat sepatu setelah dipakai. Proses penyikatan sebaiknya dimulai pada bagian atas dahulu baru kemudian ke bawah. Kenapa hal ini dilakukan, alasan yang paling masuk akal adalah karena setiap saat selesai latihan, kulit sepatu panjat biasanya cenderung kotor dan berdebu. Bila kotoran tersebut dibiarkan, maka kotoran tersebut akan mengendap pada kulit hingga mempercepat proses kerusakan dan lapisan sepatu menjadi mudah sobek.

Acara sikat-menyikat sepatu ini kemudian bisa diteruskan menyentuh bagian bawah sepatu, mulai dari rend hingga bagian sol. Hal ini dilakukan agar debu dan kotorannya berkurang. Bisa juga diteteskan air sedikit demi sedikit ke bagian sol-nya, agar permukaan sol bisa lebih terlihat bersih. Kemudian sikat sepatu secara perlahan hingga bersih. Usahakan jangan sampai kena bagian kulit dari sepatu panjat, karena hal tersebut akan mengurangi daya tahan bagian kulit sepatu.

Selanjutnya setelah disikat, usaplah sol sepatu panjat dengan kain yang kering. Usahakan jangan menjemur sepatu langsung terkena sinar matahari, karena akan merusak bahan sepatu. Mengeringkan sepatu yang baik, cukup diangin-anginkan saja sejenak hingga kering.
Kemudian bila sepatu dirasa sudah kering taruhlah sillica gel agar lembab sepatu berkurang. Bila tak ada sillica gel, masukan lembaran koran ke dalam sepatu sebagai penggantinya. Usahakan bila kita telah mencapai tempat tinggal kita, keluarkan sepatu dan biarkan tergantung terkena angin. Hal ini membuat sepatu bisa tetap dalam kondisi kering dan enak dipakai kembali nantinya.

Merawat sepatu panjat adalah salah satu perhatian kita terhadap keselamatan kita juga. Betapapun sederhana dan mudahnya, namun bila kita tidak mengindahkannya, percuma juga hasilnya. Mungkin cara yang paling tepat agar kita tak malas merawat sepatu adalah anggaplah merawat sepatu seperti kita merawat diri kita sendiri. (agam)

Sumber: 'sinarharapan.co.id'

Memilih Sepatu Perjalanan

Memilih sepatu perlu mempertimbangkan kegiatan yang akan dilakukan, kondisi daerah yang akan dilalui, cuaca serta beban yang akan dibawa. Heavy-duty boots lebih cocok untuk segala aktifitas.

Sedangkan sepatu yang ringan jangan dipakai untuk membawa beban yang berat. Sepatu baru jika langsung digunakan dapat mengakibatkan kaki lecet. Oleh karena itu anda harus mencobanya berulangkali sebelum dipergunakan untuk perjalanan jauh. Rendam sepatu kulit anda dan pakailah pada saat basah sampai kering kembali, tetapi jangan mencoba pada saat perjalanan itu sendiri. Kasihan nanti kaki anda!

Sepatu Sport

Sepatu sport nyaman di pakai tetapi tidak memberikan perlindungan seperti sepatu yang keras. Memakai sepatu sport memang terasa lembut di kaki, tetapi mudah terluka.

Sepatu Bahan

Sepatu bahan lebih nyaman untuk perjalanan jarak singkat, selama daerah yang dilalui tidak kasar. Sepatu bahan memberikan perlindungan lebih sedikit dibanding dengan sepatu kulit.

Sepatu Salju Plastik

Sepatu salju melapisi kaki dengan rapat. Didesain untuk membuat kaki keras pada waktu menggunakan crampon untuk berjalan di es atau salju, sepatu ini membuat jalan terasa aneh (janggal). Didalam sel plastik yang kuat ada lapisan penghangat yang terpisah untuk melindungi kaki anda dari permukaan yang membeku. Anda dapat menggunakan lapisan dalam sepatu ini saat berada di tenda.

Sepatu Gurun

Dengan sol yang kuat dan kulit yang ringan, sepatu gurun memudahkan kaki untuk bernafas. Bentuknya yang tinggi melindungi pergelangan kaki terkena semak berduri. Jika basah akan memerlukan waktu yang lama untuk mengering

Sepatu Hutan

Di desain untuk lingkungan yang basah, sepatu ini terdiri dari sol karet dan kanvas bagian atas yang cepat mengering

Sepatu Hiking

Sepatu jenis ini biasanya lebih berat, lebih kuat, dan memberi perlindungan terhadap kaki yang lebih baik. Dirancang sedemikian rupa sehingga kekuatannya boleh diandalkan. Sol yang keras akan lebih mantap ketika berpijak, di samping tahan air pada bagian pergelangan kaki terdapat lapisan penunjang untuk lebih memperkuat.


MEMBERSIHKAN SEPATU

  1. Lepaskan tali dan lapisan dalam sepatu dan bersihkan semua kotoran.
  2. Biarkan sepatu kering secara menyeluruh, hindari dari panas matahari langsung yang akan merusak kulit.
  3. Setelah kering, olesi sepatu anda dengan krim anti air dan simpan di tempat yang sejuk.


LAPISAN ANTI AIR


Sepatu kulit harus dilapisi dengan krim anti air secara teratur agar lebih kuat dan tahana air. Krim pelapis dengan bahan dasar lilin adalah salah satu yang terbaik. Pelapis silikon juga baik dalam melindungi sepatu kulit dari kerusakan pada cuaca yang sangat dingin.


PERAWATAN KAKI


Kaki anda menanggung beban atas berat badan anda dan juga beban perlengkapan anda. Selain memberi perlindungan dan kenyamanan kaki dengan sepatu yang baik, dalam perjalanan kesehatan kaki pun harus juga diperhatikan sepanjang hari. Ingat! kaki adalah “mahkota” dalam perjalanan. Beberapa hal di bawah ini adalah perawatan yang harus dilakukan:


Menggunting Kuku


Gunakan pemotong kuku yang besar, potong pendek dan rata kuku kaki anda. Kuku yang panjang akan patah atau menyebabkan luka pada bagian pangkal kuku.


Mencuci


Dalam kaos kaki tebal dan sepatu hiking kaki akan selalu berkeringat, menyebabkan timbulnya mikroba. Cuci kaki anda dengan sabun, sedikitnya satu kali sehari, bersihkan kuku kaki anda secara seksama. Di samping menjadi sehat juga bebas dari bau.


Pengeringan


Keringkan kaki anda secara teliti dengan handuk atau lap kasar. Setelah kering, biarkan kaki anda terkena sinar matahari dan udara segar, hati-hatilah untuk menghindari luka bakar.


Bedak


Gosokan bedak anti jamur pada sela-sela jari kaki anda untuk mencegah kaki anda tidak lembab dan mudah terkelupas. Untuk menyembuhkan kaki yang terkelupas, bersihkan kulit yang terkelupas tersebut kemudian gosokan bedak.


MEMIJAT KAKI


Berjalan jauh dengan membawa beban cenderung melebarkan kaki anda, menegangkan dan melelahkan tulang, otot dan sendi-sendi. Anda dapat menyembuhkan dengan pijatan. Genggam satu telapak kaki dengan kedua tangan dan gosok perlahan dengan menggunakan ibu jari. Pijatan juga baik untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi gatal yang disebabkan oleh kurangnya sirkulasi.


MEMILIH KAOS KAKI


Pertimbangkan kondisi perjalanan yang akan anda lalui pada saat memilih kaos kaki. Kaos kaki tebal yang terbuat dari wool akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk kkai anda terhadap panas dan permukaan beku. Sediakan beberapa pasang kaos kaki. Kaos kaki yang tipis akan cepat basah oleh keringat dan akan mudah sobek.


GAITERS


Sepatu tahan air dapat membuat kaki panas dan berkeringat, yang akan menyebabkan kaki berkerut, panas dan gatal. Memakai gaiters adalah lebih baik karena gaiters memudahkan kaki untuk bernafas, menjaga dari lumpur dan air, dan mencegah celana dari basah karena rerumputan. Gaiters salju mencegah salju masuk melalui bagian atas sepatu. Semua gaiters berventilasi baik.


Sumber: www.boogieadvindo.com

Ada apa dengan Sepatu Mendaki Gunung

Bahan sepatu yang baik harusnya bisa memenuhi empat syarat, yakni; membuat sepatu terasa lebih nyaman, bisa memperkecil risiko kulit kaki melepuh, bisa menyerap keringat dari kaki, dan mampu cepat kering.

Banyak produksi sepatu sekarang lebih memilih menggunakan bahan sepatu bermembran antiair tapi tetap dapat bernapas, seperti bahan Sympatex atau Gore-Tex. Karena bahan jenis tersebut menjamin tidak akan masuknya berbagai jenis cairan dan menjamin tercukupinya syarat bahan sepatu yang baik.

Jenis sepatu yang baik sekarang biasanya menggunakan tiga jenis lapisan sol. Sol terluar (outer sole), paling bagus terbuat dari bahan karet campuran. Karena dapat mengurangi risiko terpeleset bila sedang melakukan aktivitas di alam bebas. Cobalah lihat sol bagian terluar tersebut, yang baik biasanya memiliki pola tapak bergerigi dan pada tumit terdapat pola setengah bulat sehingga dapat menggigit tanah.

Dua lapisan sol yang lain adalah sol tengah (mid sole) dan sol terdalam (in sole). Sol tengah biasanya terbuat dari plastik atau lapisan nilon yang biasanya berjenis sangat tipis. Sementara kaku tidaknya lapisan tersebut tergantung dari dan untuk apa sepatu ini dibuat. Lapisan sol tengah yang kaku dibuat untuk pendakian gunung salju, sedangkan lapisan sol tengah yang semi kaku digunakan pada sepatu yang diperuntukan untuk trekking sampai dengan scrambling.

Sol bagian terdalam sepatu biasanya diambil dari bahan busa empuk. Tapi kebanyakan sepatu sekarang tidak didesain untuk mengoptimalkan fungsi ‘in sole’ tersebut. Fungsi sol terdalam yang mendukung kenyamanan dan kualitas peredaman terhadap kejutan sangat kecil.

Jika anda menginginkan lapisan ini bekerja lebih memuaskan disarankan Anda membuat anggaran lebih untuk hal tersebut. Sampai sekarang mulai banyak perusahaan sepatu perusahaan sepatu yang khusus memproduksi lapisan dalam sepatu seperti ini. Perusahaan seperti Spenco dan Sorbhotone mungkin menjadi satu-satunya pilihan yang ada sekarang. Meskipun ternyata masih sulit didapatkan di Indonesia. Tapi minimal Anda bisa membuat sendiri lapisan dalam ini dengan memotong lapisan busa tipis yang dilapisi kain bersifat menyerap cairan.

Pola Kaki

Bentuk sepatu bagaimana yang cocok untuk kaki kita perlu juga kita ketahui. Seperti kita ketahui ada berbagai jenis ukuran dan bentuk kaki manusia. Pola tapak yang berbeda membuat kita harus lebih teliti dalam memilih sepatu. Orang dengan pola tapak kaki lebar harus memilih sepatu dengan pola tapak lebih lebar, daripada sepatu yang mempunyai pola tapak sempit. Sekarang banyak perusahaan membuat sepatu yang disesuaikan dengan kelebaran tapak. Karena, biasanya sepatu untuk wanita didesain lebih pendek daripada untuk pria.

Semua gambaran di atas tentang bentuk sepatu tidak dapat hanya dilihat saja untuk mengetahui bagus tidaknya, tapi juga harus dirasakan dengan memakainya. Rasakan semua bagian dalam sepatu, termasuk lapisan busa yang ada di antara bagian atas leher sepatu dan rasakan juga bahan pelapis sepatu. Sepatu yang lebih rendah mutunya memiliki lapisan busa yang mempunyai fungsi penyerapan sedikit dan memerlukan waktu lama untuk kering.

Dalam kondisi beraktivitas di pegunungan atau alam bebas pilih sepatu yang memiliki lapisan pelindung mata kaki dan mempunyai lidah sepatu panjang serta menyatu dengan leher sepatu. Bagian ini kalau bisa ada lapisan nylon atau plastik di bagian dalamnya, ini dapat dirasakan di sekitar bagian leher dan lidah sepatu. Lapisan busa yang dilindungi plastik ini dapat mendukung kenyamanan sepatu dan berguna untuk melindungi kaki. Bagian leher sepatu yang menutup hingga mata kaki, melindungi kaki dan mata kaki dari terantuk batu dan terkilir. (Sulung Prasetyo S)

Sumber : sinarharapan.co.id

thetrekkers blog

ini adalah blog untuk webstore thetrekkers.com